Alasan UK Hip-Hop Harus Dipandang Lebih

Layak pengkategorian di Amerika Serikat dengan East Coast dan West Coast, terminologi “UK rap”/”UK hip-hop” memiliki makna sesederhana musik hip-hop yang berasal dari daerah tersebut. Mereka tidak terlalu bermaksud untuk mengotak-kotakkan karakterisasi gaya suara, walau pada akhirnya kearifan lokal berkata lain.

Sudah hukum alam perkara Inggris selalu menyulap gelombang-gelombamg musik ciptaan Paman Sam menjadi naik pangkat. Sebagai contoh, rock and roll yang The Rolling Stones dan The Beatles pukul sampai home run dari pitching Chuck Berry, atau kasus sama yang terjadi kepada genre elektronik in general. 

Di hip-hop, kita memiliki artis-artis bermotivasi mendorong hip-hop menjadi sesuatu yang sedikit asing—Buah jatuh yang jauh dari pohonnya.

Dari The Streets hingga Little Simz, yuk kita intip gelombang-gelombang musik hip-hop adaptasian negeri Inggris.

Diuntungkan oleh rantai sejarah musik Inggris yang marak dengan skena musik elektronik yang eksploratif di tahun 90-an (breakbeat, UK garage, jungle, dubstep, and many more),  gaya suara hip-hop yang kita dengar hingga artis-artis Inggris tawarkan masih terimbas gelombang tersebut.

Imbas ini tak hanya berupa genre-genre tertentu, melainkan berupa kebiasaan memproduksi musik yang istimewa.

Ketimbang yang beralur produksi seperti membuat mie instan layak hip-hop umumnya,  hip-hop di Inggris punya karakteristik yang jauh lebih versatil, dinamis, eksploratif, distinct,dan penuh motivasi. 

Sebagai contoh, grime. Memiliki rapalan khas Inggris diiringi drum midi kering yang patah-patah dengan ritme rumit, bass acid agresif, violin-violin one-shot, dan synthesizer kilat-kilat setrum raksasa koil Nikola Tesla. 

Wiley dan Dizzee Rascal dikenal sebagai tokoh-tokoh penting dalam penciptaan Grime yang pada akhirnya turun kepada ikon-ikon seperti AJ Tracey, JME, Skepta, dan Stormzy.

Tak hanya pemilihan gaya produksi, lembaran musik yang mendikte progresi akor dan pilihan-pilihan melodi genre ini pula memberikan kesan amatir, jenaka, dan awkward yang hip-hop AS tidak miliki.

Genre ini pula yang pada akhirnya melahirkan NY drill. Singkat cerita, produser London seperti 808 Melo, AXL Beats, dan Ghosty migrasi ke kota New York sambil membawa oleh-oleh influens musiknya yang nantinya membuahkan lagu Suburban-nya 22Gz (2017) hingga Meet The Woo-nya Pop Smoke (2019).

Di teritori lain, terdapat pula musisi-musisi yang lahir akibat hobi menolak type beat konvensional dari skena Inggris. Musik dari Kae Tempest, Little Simz, atau Slowthai sulit dikotakkan ke genre-genre.

Beat-beat yang dipilih atau dirangkai *tak pernah bergantung kepada drum punchy dan struktur dua verse dua hook, melainkan komposisi keseluruhan yang selalu mengikuti aliran emosi bagai album Rodeo (2015) dan Donda (2022).

Mampir saja ke beberapa trek dari Kae Tempest dengan instrumentasi bak modular synth sebesar lemari ala musik-musik elektronik progresif (Priority Is Lost), Little Simz dengan elemen-elemen tradisionalnya (Two Worlds Apart), hingga Slowthai  yang nyebrang ke genre post-punk lewat proyek terakhirnya (Wotz Funny).

As far as I know, sepaket proyek yang membuat saya pribadi mencintai hip-hop seperti To Pimp A Butterfly (2015), Flower Boy (2017), dan TA13OO (2018), sudah tak lagi dilanjutkan kegigihan mereka oleh para artis awal 2020-an ini untuk membuat materi-materi menantang, kecuali abang dan none kita yang dari Inggris. 

Sehingga, buat kamu yang merasa mulai imun terhadap hip-hop AS, bolehlah mampir ke negara eropa ini sebentar.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *