Soul ID

Esoyuelaidi, Album Kenangan Pertama & Terakhir Soul ID Bersama Mauritz

Pada pertengahan tahun 2000-an, musik rap berada di masa yang surut namun mengalami pergejolakan di skala yang kecil. Bahkan musik R&B juga tidak begitu jauh dari keadaan tersebut. Pada waktu itu, musik Indonesia didominasi oleh pop rock & pop kontemporer yang berpusat ke tema romansa. Sedangkan bagi musik hip-hop, ada suatu hal yang bergejolak belakangan ini ketika nama Iwa K redup pasca album kelima, sebut saja Doyz, Homicide, Xaqhala, dan tentu saja, Soul ID.

Setahun sebelum Saykoji menelurkan album pertamanya, Soul ID mempunyai suatu hal yang mampu menyelaraskan perbedaan warna musik antara hip-hop & R&B. Didirikan pada tahun 2003, grup yang beranggotakan 3 orang pada waktu itu yaitu EndruMarch a.k.a. Drusteelo, Alm. Mauritz a.k.a. Jiggytime, & Glenn Waas a.k.a. G Quest sedang melakukan sebuah terobosan pertama dengan musik mereka.

Setahun kemudian setelah berdirinya Soul ID, mereka menawarkan kepada dunia hip-hop & R&B dengan album pertama mereka yang bertajuk “Esoyuelaidi”. Dirilis dibawah naungan label GMG Entertainment dan distribusinya diurus oleh label besar yaitu Warner Music Indonesia. Pengucapan nama grup mereka dijadikan sebagai judul albumnya dan isinya berjumlah 15 lagu yang penuh dengan beberapa kombinasi antara hip-hop, R&B, dan soul.

Dari 15 lagu di album ini, secara keseluruhan untuk penyampaiannya bisa dibilang terasa segar. Sebut saja lagu “Wanita”, “Takkan Kubiarkan”, “Ladjoe”, “Yes Yes Y’all”, “Siapa Tau”, dan lain-lainnya. Dari album pertama, mereka sudah solid dari awal sejak hari pertama.

Dibuka dengan “Introlude”, sebuah suara narasi penjelasan tentang musik soul, latar belakang, serta kata makna ‘solid’. Lalu bertransisi ke tahap yang dimana Soul ID memulai aksi permusikan mereka untuk pertama kalinya kepada dunia hip-hop.

Untuk tema alurnya, mereka membawakan beberapa tema di album ini. Sindiran-sindiran terhadap sisi lain seorang wanita dengan penyampaian yang santai tapi jammable di “Wanita”, tema romantis dengan slow jam di “Takkan Kubiarkan”, menggerakkan badan yang berdansa dalam sebuah pesta di “Ladjoe”, mengaktifkan support system di “Yes Yes Y’all”, pembawaan yang agak nyeleneh tentang mengembangkan reputasi dengan sedikit sindiran di “Siapa Tau”, dan sebagian lagu-lagu lainnya menyelami ke beberapa tema yang tertentu.

Tentang perihal musikalitas & karakteristik mereka, tiap ketiga anggota grup tak tanggung-tanggung untuk menunjukkan gigi mereka dengan variasi gaya khas mereka masing-masing menjadi satu kesatuan chemistry. Mulai dengan gaya rapping oleh Alm. Mauritz, nyanyian yang sangat soulful oleh Glenn Waas, sampai cara metode penyampaian dan orkestrasinya yang jammable oleh EndruMarch.

Terus bagaimana dengan kelanjutannya setelah perilisan album “Esoyuelaidi”? Seperti para pendatang baru dari tingkat bawah, Soul ID mulai melakukan gigs di acara-acara yang diadakan di beberapa kota / tempat untuk mempromosikan album yang telah mereka buat. Bahkan mereka juga mengembangkan fanbase mereka secara perlahan lewat cara word-to-mouth.

Setelah keluarnya album pertama mereka, Soul ID tidak berhenti begitu saja dan langsung membuat materi-materi terbaru mereka untuk album kedua. Namun naasnya di tahun 2005, ketika mereka telah menyelesaikan lagu-lagu untuk album terbaru mereka, Alm. Mauritz tewas akibat kecelakaan mobil. Sang Almarhum meninggal dunia pada usia 26 tahun (14 Oktober 1978 – 6 Februari 2005).

Tidak lama setelah meninggalnya Alm. Mauritz, Glenn Waas kemudian hengkang dari Soul ID untuk mengikuti ajang kompetisi Indonesian Idol (Season 2). Kini hanya tersisa EndruMarch di grup ini. Namun, ia tidak mudah menyerah begitu saja, ia kemudian merekrut Tabib Qiu, Afrogil, & Miss Jaydee sebagai anggota terbaru Soul ID.

Setelah perombakan formasi tersebut, Soul ID merilis album kedua mereka yang bertajuk “Soulfidelis” pada tahun 2005, tahun yang sama dimana Saykoji merilis album pertamanya. Album ini dirilis dibawah naungan label EMI Music Indonesia. And the rest of them is history.

Kita tidak pernah tahu apa jadinya jika formasi pertama Soul ID masih utuh dengan potensi yang sangat solid dan sarat akan kekompakkannya. Sayangnya, takdir berkata lain demikian dan ada rencana yang lain oleh Tuhan untuk grup ini. Di tahun-tahun yang sekarang ini, Soul ID masih tegak berdiri di kancah hip-hop dan terus berkarya hingga sekarang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *