REVIEW ALBUM: LIL TECCA– TEC

Lil Tecca terkenal lewat lagu-lagu berlirik catchy dan memiliki beat yang nuansa selalu perfect buat jadi mood booster. Hal ini bisa dilihat dari Ransom, lagu terbesar Lil Tecca, serta kumpulan album dan solo lainya yang bawaannya ingin joget.

Namun, keviralan ini yang nampaknya membuat nama Tecca jarang masuk percakapan dalam rapper-rapper yang bisa dianggap “lit”. Single terbarunya yang berjudul 500lbs pun seakan menyuarakan kalau Tecca hanya cocok membuat lagu Tiktok layaknya BBNO$ ataupun DDG. Sebaliknya, hal ini justru menunjukkan kalau Tecca tetap bisa sukses tanpa mengorbankan keseruan proyeknya. We Love You Tecca 2 memiliki salah satu feature terbaik dari Chief Keef di Choppa Shoot Tha Loudest. Kejutan tersembunyi yang sama juga muncul dalam TEC.

TEC merupakan album ke-3 dari Lil Tecca. Produser yang membantu terwujudnya album ini tidak main-main, yakni BNYX serta kolektif produser Internet Money beserta sang founder Taz Taylor. Dalam 38 menit, TEC berhasil menjadi album yang istimewa. Tecca menunjukan bahwa dia dapat menyempurnakan dirinya. Dia juga tidak membutuhkan banyak artist untuk membuat album ini gemilang. Berbeda seperti We Love You Tecca 2 yang bertabur fitur tamu, TEC hanya memiliki 2 rapper yamu, yakni Kodak Black (HVN ON EARTH) dan Ken Carson (Fell In Love).

Terdiri dari 16 lagu, TEC memiliki nomor-nomor seperti Dead or Alive di mana Tecca menunjukan gaya yang baru di mana Ia tampil penuh energi. Tak hanya itu, quality control produksi semakin mantap, apalagi ketika ada transisi. Akhir lagu Gist yang terjahit rapi dengan bagian awal 500lbs jadi salah satu momen paling menarik di sepanjang proyek. Anyway, shout out untuk album dengan transisi keren, they’re the best gender ever.

BNYX harus diapresiasi lebih dengan beat-beatnya yang membawa suasana baru buat Tecca yang dari halaman pertama solid. Ga bisa dipungkiri, elemen bikin kaget Yves pas banget jadi pembuka album, pendengar bakal gak nyangka kalau ini lagu Tecca. Album dilanjut dengan beat R&B, masih dari BNYX, dan sumbangan verse menarik dari Kodak Black. Omong kosongnya dan Lil Tecca membuat goyangan indah untuk H.O.E (HVN ON EARTH).

Lirik lagu TEC ga bisa dianggap serius, karena memang Tecca sengaja menyediakan lirik-lirik lumayan konyol dan mereferensikan budaya pop mulai dari klub sepakbola, Transformers, hingga Twitch streamer kenamaan.

My b***h she said I’m too real like Madrid

Riding in foreigns like, autobot rollout

You know I’m droppin’ ‘em off, bruce”

Album seperti ini khusus buat Resident yang pengen bergerak lepas mengikuti alunan beat dan vokal bumpy dari Tecca.

Ken Carson pun tak mengecewakan pada feature-nya. Dia seakan tahu apa yang harus dilakukan. Dengan melakukan keahliannya, Ken bersama Tecca membakar album ini dengan lagu Fell In Love. Mereka back-to-back hanya melontarkan bualan yang indah pada beat rage yang telah dimasak dengan kesempurnaan, menjadikan track favorit buat saya sendiri.

Kekurangan untuk album ini sendiri Lil Tecca masih memberikan ruang untuk lagu-lagunya yang bisa dibilang sudah ketinggalan zaman. Dengan Either way dan Trippin on u yang terbilang terlalu memaksakan karena memang tidak pantas dengan tema album yang dibawakan oleh Lil Tecca. Namun kekurangan itu sendiri dapat digantikan dengan megahnya transisi tanpa henti mulai dari Need MeMonday to SundayYves.

Sama seperti proyek Tecca sebelumnya, materi di album ini berisi pamer harta, main cewe, dan mengancam individualisme secara fisik yang dikemas dengan pembawaan lagu happy dan energik. Dan sama seperti proyek Tecca sebelumnya, TEC memang bukan proyek yang sempurna. Namun, upaya Tecca dalam tetap menyampaikan proyek yang menyenangkan adalah hal yang harusnya diapresiasi oleh lebih banyak orang.

Trek favorit: Dead or Alive, TEC, Fell In Love, 500lbs, Yves

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *