review album xxxtentacion ?

Sebuah Tanda Tanya dan Warisan Karya XXXTentacion

16 Maret 2018 adalah hari lahir sebuah tanda tanya “?” dari seorang Jahseh Dwayne a.k.a. XXXTentacion. Sosok remaja yang membara hadir menjadi sebuah fenomena baru anak muda di dua ribu belasan akhir. Tak hanya menghasilkan rekaman yang digadang relate dengan kehidupan jalanan urban, persona yang unik dan kuat menjadi paket komplit dalam sosok idola remaja dalam dirinya. Selain itu, hadirnya “?” juga telah menjadi penerus kesuksesan X dari album debutnya yang berjudul 17. 

Album sophomore ini menjadi sebuah momentum bagi X untuk menunjukan sisi personanya yang lebih dalam. Hadir dengan sound yang variatif dan menjadi bentuk kebingungan sekaligus eksplorasi pendewasaan musik X. Terlebih prestasi album ini sendiri yang telah mencapai 10 miliar streaming menjadi bukti bahwa album ini tak hanya sukses menjadi buah bibir pendengar musik, tetapi juga sukses secara komersial.

Album yang berisi 18 track lagu ini hadir dengan penyusunan playlist yang apik, dengan lagu-lagu yang memiliki karakternya masing-masing menjadi sebuah cerita beradrenalin merusuh. Hal ini didukung oleh ragam elemen kejutan dalam beberapa track seperti introduction yang meminta kita untuk membuka pikiran sebelum mendengarkan isi album, beat moombahton dalam I don’t even speak spanish lol, hingga pain = BESTFRIEND yang berkolaborasi dengan Travis Barker. Seakan menjadi sebuah nilai tambah dalam penilaian, X benar-benar mengeluarkan semua talenta yang ia bisa.

Interpretasi lirik dalam album juga tak kalah menariknya. X memasukkan semua unsur problematika para remaja usia belasan akhir hingga dua puluhan awal, merangkum perihal kesedihan, patah hati, pertemanan, hingga pencarian jati diri. Namun rasanya rangkaian lirik yang ia sajikan terlalu sederhana atau bahkan cenderung malas untuk bercerita. Alih-alih meminta kita untuk membuka pikiran, rasanya ia lebih memilih untuk menjadi sosok yang dapat kita interpretasikan sesuai keinginan kita sendiri. 

Segi sound dan aransemen juga tak luput dari pembahasan. Rasanya kita seperti disuguhkan dengan macam menu akulturasi yang tersaji dalam satu meja makan dengan banyaknya piring dari berbagai sudut pandang dan genre. Hip hop bisa jadi menjadi satu landasan bagi kita untuk berpegangan. Namun kita tak bisa menolak sound lo-fi yang dominan, riff gitar garang, beat drum yang menghentak langit-langit rumah, serta teriakan-teriakan memekakan telinga. Ini bukanlah album hip hop, lebih pantas disebut sebagai album kompilasi rasa yang terlampau random dengan absurditas seni yang dianggap keren dalam satu benang merah X. 

Jujur saja album ini terlalu membingungkan. Mencerna album ini selayaknya menelan seonggok daging sapi yang membuat lambung bekerja sangat keras untuk mencernanya. Cover album dengan tanda tanya besar di tengah kotak persegi berisi potongan gambar fenomena kehidupan kelompok remaja yang tengah bingung. Entah bingung ngapain saya juga tidak paham. Lalu bagaimana kita membuka pikiran untuk mendengarkan album ini jika album ini sendiri pun merupakan tanda tanya besar?

Seperti dua sisi uang koin, kita bisa melihat bahwa X adalah musisi serbaguna atau bahkan musisi palu gada (apa yang lu mau, gue ada) dengan sajian aneka ragam menu track dalam album ini. Tapi di satu sisi, ia lupa bahwa ke-random-an ini juga menjadi absurditas tersendiri yang sulit untuk mencerna hidangan darinya. Namun hal tersebut tidak mengurangi esensi kenikmatan hakiki yang perlu kita tilik dalam lagu ini. X menyatukan konsep album yang cemerlang dengan pertanyaan-pertanyaan kita. Judul tanda tanya “?” sudah dengan jelas telah menggambarkan isi album itu sendiri. Dengan membuat kita bertanya-tanya, hal itu sudah menjadi kesuksesan X dalam album ini. 

X tidak hanya meninggalkan masa kejayaan dan persona yang menjadi idola, Ia sekaligus meninggalkan tanda tanya besar bagi para penggemarnya. Mungkin album ini juga menjadi pertanyaan bagi X tentang apa yang akan terjadi di depan sana. Ketakutan akan masa depan yang jadi bahan overthinking tiap malam. X benar-benar sukses besar. Bahkan setelah kematiannya. Ia telah berhasil merangkum gundah gulana kita semua dalam sebuah album yang sekaligus menjadi batu nisan bagi sang rapper. Selamat jalan X, karyamu abadi.

Author picks:
1. SAD!
2. Numb
3. The Remedy of Broken Heart (Why Am I So In Love?)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *