Jejak-Jejak Diss Track Di Indonesia

Diss track, sebuah tradisi perseteruan yang selalu umum dan melekat di genre hip-hop. Hal ini sering terjadi antara dua rapper, bisa saja berbeda pelaku atau bisa saja dengan pelaku yang sama. Perseteruan lewat lagu sudah menjadi hal yang lumrah dari tahun ke tahun, mulai dari perseteruan antara fraksi rapper asal pesisir barat (Death Row Records) dan fraksi rapper asal pesisir timur (Bad Boy Records) sampai yang sekarang-sekarang ini antara Kendrick Lamar & Drake. Bagaimana dengan Indonesia yang tak lepas dari budaya ketimuran? Ternyata tradisi diss track juga tak luput dari rapper-rapper tanah air, bahkan sudah terjadi dari dulu.

Kapan terakhir kali kalian dengar tentang drama perseteruan antara dua atau tiga YouTuber? Mungkin kalian sudah tidak asing tentang apa yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, setidaknya ada beberapa yang meninggalkan sebuah kesan serta sesal. Saatnya kita melihat belakang dan berkilas balik terhadap jejak-jejak serta kasus-kasus perseteruan lewat diss track antara rapper-rapper di dalam negeri.

Asal-Usul Diss Track

Sebelum kita menelisik rekam jejak diss track yang terjadi di Indonesia, maka kita harus memahami apa itu diss track terlebih dahulu. Diss track adalah sebuah lagu yang bertujuan untuk menyerang pihak lain secara verbal, biasanya antara dua musisi sekaligus. Diss track disebabkan karena adanya konflik atau perseteruan yang memanas antara dua pihak. Umumnya, konflik tersebut melibatkan musisi, grup band, atau perusahaan rekaman.

Tradisi diss track mempunyai sejarah yang panjang dalam permusikkan hip-hop, sebut saja Dr. Dre VS Eazy-E, 2Pac VS Notorious B.I.G., Jay-Z VS Nas, & Kendrick Lamar VS Drake yang baru saja terjadi belakangan ini. Pertarungan saling membalas lewat lagu ini menentukan siapa yang akan mendapatkan reputasi dari komunitas hip-hop dan siapa yang akan tunduk dalam kekalahan. Seperti yang dituturkan oleh Ron Perlman dari Fallout, “War never changes”.

Hal ini juga sering terjadi di dalam negeri. Tidak begitu banyak tapi ada beberapa perseteruan lewat diss track yang menggemparkan komunitas hip-hop di serta para pendengar awam di Indonesia dan setidaknya mengangkat derajat hip-hop sebagai genre yang patut didengar oleh seluruh masyarakat. Inilah beberapa kasus-kasus perseteruan antara rapper dalam negeri lewat diss track.

Kasus #1 : Homicide & Doyz VS X-Calibour

Pada tahun 2001, sebuah grup hip-hop asal Surabaya, X-Calibour, menelurkan lagu perdana mereka yang bertajuk Dobrak lewat sebuah album kompilasi yang berjudul Perang Rap. Lagu tersebut dijadikan sebagai diss track untuk menyentil grup hip-hop asal Bandung yaitu Homicide, yang pada waktu itu pernah membawakan sebuah lagu berjudul El Hip-Hop Es Muertos, lagu yang menuturkan tentang hilangnya esensi hip-hop. Karena kesalahpahaman terhadap lagu tersebut mengakibatkan X-Calibour menghujat lagu tersebut lewat diss track mereka yang tak lain dan tak bukan yaitu Dobrak.

Setahun kemudian, Homicide merilis album perdana mereka yang bertajuk Godzkilla Necronometry. Salah satu track dari album pertama mereka yang berjudul Semiotika Rajatega, lagu yang menyerang balik X-Calibour atas serangan terhadap mereka pada tahun lalu. Pada tahun yang sama, Doyz juga turun tangan lewat lagunya dari album pertamanya yang bertajuk Hip Hop Paraliasis! dan ia turut berpihak kepada Homicide sekaligus menyatakan kalau lanskap hip-hop akan selalu berbeda dari waktu ke waktu.

Setelah perseteruan tersebut, Homicide tetap berkarya sampai mereka bubar pada tahun 2007 setelah merilis album ketiga sekaligus yang terakhir yaitu Illsurrekshun. Doyz mengambil rehat sejenak sampai ia kembali dengan album keduanya yang bertajuk Oblivion pada tahun 2015 dan nantinya ia berkolaborasi dengan Morgue Vanguard lewat album dengan pujian secara kritis yang berjudul Demi Masa pada tahun 2018. Sementara bagi X-Calibour, mereka masih aktif sampai sekarang meskipun tak segemilang dulu dan mereka sempat menelurkan album pertama mereka yang bertajuk Ini Baru pada tahun 2005.

Kasus #2 : Xaqhala VS Ben Utomo VS Saykoji

Pada tahun 2018, Xaqhala menulis sebuah esai di HellMagz yang berjudul “Ketika Battle Rap Keseleo”. Di tulisannya, ia menuliskan mengapa rap battle cuma sebatas ajang Pop Idol untuk hip-hop. Akibatnya, Ben Utomo geram atas artikel tersebut dan kemudian ia melemparkan sebuah diss track yang bertajuk Basian. Xaqhala-pun tidak diam dan justru membalas balik Ben Utomo dengan diss track yang bertajuk Phone Call From Hell. Tapi kali ini, ia menyeret Saykoji sebagai sasarannya di samping Ben Utomo. Tentu saja Ben Utomo tidak diam dan menyerang balik Xaqhala lagi dengan diss track yang bertajuk xaqhala-ka-boom-boom.

Di tengah keributan antara keduanya, Saykoji pun turun tangan atas perkara tersebut. Dengan dalih diss track yang berjudul Melempem, ia malah mengapresiasi dan turut berterima kasih kepada Xaqhala & Ben Utomo atas perseteruan mereka yang justru meramaikan genre hip-hop di Indonesia serta mengangkat genre tersebut ke ranah yang lebih luas.

Kasus #3 : Young Lex VS Everybody

Tidak asing lagi kalau nama Young Lex menjadi bahan pukulan atau dengan istilah punching bag oleh skena hip-hop di Indonesia. Pada waktu itu, sang rapper bernama asli Samuel Alexander sedang tenar-tenarnya. Di tahun-tahun inilah ia mulai menjadi sorotan publik dan hampir semua rapper di Indonesia memandang dirinya sebagai simbol keangkuhan. Dengan adanya pandangan negatif tersebut, beberapa rapper nyaris kompak mengeluarkan diss track terhadap sang rapper tersebut.

Lagu-lagu diss track terhadap Young Lex tidak terhitung sedikit, sebut saja Xaqhala (Young Wack), Eizy (Gue Bangkit), Ecko Show (On Dat Bullshit), 8 Ball (Reject Respect), One Khalifa (DISS Young Lex), dan masih banyak lagi jika kalian hitung. Kumpulan diss track tersebut membawa sebuah pengaruh bagi permusikan sekaligus mempopulerkan genre hip-hop di Indonesia. Meski dihantam habis-habisan, Young Lex masih belum kendor di belantika musik Indonesia sampai sekarang.

Kasus #4 : 8 Ball VS Kangen Band

8 Ball sudah lama berkancah di dunia permusikan sejak 2000-an. Bagi para pengguna warnet, namanya sangat akrab dikenal dengan karyanya yang kontroversial, terutama lagu-lagu diss track yang ia tuangkan di dunia maya. Sang rapper yang bernama asli Muhammad Iqbal ini mempunyai jejak langkah yang panjang di belantika musik Indonesia.

Salah satu lagu diss track yang dibuat oleh sang rapper yaitu Battle Rap Kangen Band. Di tengah perseteruan dengan Segitiga Pemuda, keduanya kompak menyentil Kangen Band yang pernah dicap sebagai band ter-alay di Indonesia pada waktu itu. Lagu ini menjadi sebuah jejak yang ironis dan memorable karena kebencian terhadap Kangen Band memudar dengan seiring berjalannya waktu. Namun di waktu yang sama, lagu diss track ini menjadi salah satu lagu yang memorable bagi kalangan pengguna warnet serta kalangan pendengar hip-hop.

Dampak & Hikmah Dari Diss Track

Setelah semua perseteruan serta saling menyerang lewat diss track, apa yang terjadi setelah itu? Kemungkinan besarnya adalah salah satu pihak yang terlibat dalam adu diss track dengan rapper lain akan mendapatkan pujian atau celaan dari seluruh pendengar. Secara kesimpulan, bisa saja menjadi sebuah penentu bagi karir sang rapper tersebut, naik daun atau jatuh terpuruk. Skenario tersebut menjadi sebuah pengingat tentang bagaimana sebuah perseteruan lewat diss track menjadi sebuah wadah maut dalam perseteruan yang dimana kedua belah pihak saling mengkuliti keblunderan mereka secara cepat atau lamban.

Hal itu bisa saja bertumbuh menjadi skenario terburuk yang dimana salah satu pihak menggunakan senjata api sebagai salah satu balasan terhadap diss track dari pihak lawan mereka. Yang paling fatalnya lagi, juga bisa memakan korban jiwa dalam perseteruan diss track. Namun secara sisi terang, diss track membuat hip-hop sebagai genre yang terkemuka di seluruh dunia dan membuat banyak orang membuka mata mereka terhadap perkembangan musik hip-hop yang sedang naik turunnya.

Hikmah yang kita bisa petik dari sebuah peristiwa perseteruan diss track ini adalah sebelum kita menyindir orang lain, kita harus berpikir secara matang terlebih dahulu serta membaca situasi dan melihat lebih dekat tentang orang tersebut. Kita juga harus mempersiapkan mental kita dalam menghadapi kritikan, cemoohan, tuduhan, sindiran, atau pandangan negatif tentang kita masing-masing. Semoga bacaan ini menjadi pembelajaran bagi kita serta menambah ilmu tentang hip-hop sekaligus. Wasalam…

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *